Aktivitas Explorasi & Evaluasi Pertambangan Sumber Daya Mineral(PSAK 64 / 2011)

PSAK ini bertujuan untuk:

  • Menetapkan pelaporan keuangan atas eksplorasi dan evaluasi pada pertambangan sumber daya mineral.
  • Pernyataan ini secara khusus mensyaratkan:

–     pengembangan terbatas atas praktik akuntansi yang ada untuk pengeluaran eksplorasi dan evaluasi;

–     entitas yang mengakui aset eksplorasi dan evaluasi, untuk menilai apakah aset tersebut mengalami penurunan nilai sesuai dengan Pernyataan ini dan mengukur setiap penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48 (Revisi 2009;

–     pengungkapan yang mengidentifikasi dan menjelaskan atas jumlah yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pada pertambangan sumber daya mineral dalam laporan keuangan dan membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami jumlah, waktu, dan kepastian atas arus kas masa depan dari setiap aset eksplorasi dan evaluasi yang diakui.

Pengeluaran eksplorasi dan evaluasi diakui sebagai aset sesuai dengan kebijakan akuntansi entitas. Pencarian sumber daya mineral, termasuk barang tambang, minyak, gas alam dan sumber daya alam lain yang tidak dapat diperbaharui setelah entitas memperoleh hak hukum untuk eksplorasi pada suatu wilayah tertentu, sebagaimana penetapan kelayakan teknis dan komersial atas penambangan sumber daya mineral. Pengeluaran yang terjadi pada entitas yang terkait dengan eksplorasi dan evaluasi sumber daya mineral sebelum dapat dibuktikan kelayakan teknis dan komersil atas penambangan sumber daya mineral

PENGAKUAN ASET EKSPLORASI DAN EVALUASI (Pengecualian Sementara dari PSAK 25 Revisi 2009 Paragraf 11 dan 12)

Entitas mengakui aset eksplorasi dan evaluasi menggunakan PSAK 25 (Revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan paragraf 10.  PSAK 25 (Revisi 2009) meliputi Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan paragraf 11 dan 12 menetapkan sumber persyaratan dan panduan autoritatif yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam mengembangkan suatu kebijakan akuntansi untuk suatu hal jika tidak ada PSAK yang diterapkan secara spesifik terhadap hal tersebut. Bergantung pada paragraf 09 dan 10, pernyataan ini mengecualikan entitas dari penerapan PSAK 25 (Revisi 2009) paragraf 11 dan 12 untuk kebijakan Pengukuran asset ekplorasi dan evaluasi pada saat pengakuan  biaya perolehan

Komponen Biaya Perolehan Aset Eksplorasi dan Evaluasi terdiri dari :

  • Entitas menentukan suatu kebijakan akuntansi yang mengatur pengeluaran yang diakui sebagai aset eksplorasi dan evaluasi dan menerapkannya secara konsisten.
  • Dalam menentukan kebijakan akuntansi tersebut entitas mempertimbangkan tingkat pengeluaran yang dapat dikaitkan dengan penemuan sumber daya mineral spesifik.

Contoh Biaya Perolehan :

  1. perolehan untuk eksplorasi;
  2. kajian topografi, geologi, geokimia, dan geofisika;
  3. pengeboran eksplorasi;
  4. pamaritan;
  5. pengambilan contoh; dan
  6. aktivitas yang terkait dengan evaluasi kelayakan teknis dan komersial atas penambangan sumber daya mineral.

Pengeluaran yang terkait dengan pengembangan sumber daya mineral tidak diakui sebagai aset eksplorasi dan evaluasi. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan dan PSAK 19 (revisi 2010): Aset Tak berwujud memberikan panduan pengakuan aset yang timbul dari pengembangan. Sesuai dengan PSAK 57 (revisi 2009): Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi, suatu entitas mengakui setiap kewajiban untuk pemindahan dan restorasi yang terjadi selama periode tertentu sebagai konsekuensi dari eksplorasi dan evaluasi pada pertambangan sumber daya mineral.

Pengukuran Aset Eksplorasi dan Evaluasi Setelah Pengakuan awal, entitas menerapkan salah satu model biaya atau model revaluasi atas aset eksplorasi dan evaluasi. Jika entitas menerapkan model revaluasi (model dalam PSAK 16 (2007): Aset Tetap atau model dalam PSAK 19 (revisi 2010): Aset Tak Berwujud, maka entitas menerapkan secara konsisten dengan klasifikasi atas aset tersebut (lihat paragraf 15). Entitas dapat mengubah kebijakan akuntansinya jika perubahan kebijakan tersebut dapat membuat laporan keuangan menjadi lebih relevan dan andal. Entitas mempertimbangkan unsur relevan dan keandalan dengan menggunakan kriteria dalam PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan.

Sebagai dasar justifikasi perubahan kebijakan akuntansi, entitas menunjukkan bahwa perubahan tersebut akan membawa laporan keuangan semakin mendekati kriteria  dalam PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan, namun perubahan dibutuhkantidak untuk mencapai kepatuhan total atas kriteria tersebut.

PENYAJIAN

Entitas mengklasifikasi aset eksplorasi dan evaluasi sebagai aset berwujud atau aset takberwujud sesuai dengan sifat aset yang diperoleh dan menerapkan klasifikasi tersebut secara konsisten. Beberapa aset eksplorasi dan evaluasi diperlakukan sebagai aset tak berwujud (hak pengeboran), atau aset berwujud (sarana dan drilling rigs). Penggunaan aset berwujud merupakan bagian dari biaya perolehan aset tak berwujud. Penggunaan aset berwujud untuk mengembangkan suatu aset tak berwujud tidak mengubah aset berwujud menjadi aset tak berwujud.

Reklasifikasi Aset Eksplorasi dan Evaluasi

Suatu aset tidak diklasifikasikan sebagai aset eksplorasi dan evaluasi ketika kelayakan teknis dan kelangsungan usaha komersial atas penambangan sumber daya mineral dapat dibuktikan. Aset eksplorasi dan evaluasi diuji penurunan nilainya, dan setiap rugi penurunan nilai diakui, sebelum direklasifikasi.

PENURUNAN NILAI

Aset eksplorasi dan evaluasi diuji penurunan nilainya ketika fakta dan kondisi menyatakan bahwa jumlah tercatat aset eksplorasi dan evaluasi melebihi jumlah terpulihkan. Ketika fakta dan kondisi menyatakan bahwa jumlah tercatat aset eksplorasi dan evaluasi melebihi jumlah terpulihkan, entitas mengukur, menyajikan dan mengungkapkan setiap rugi penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48 (revisi 2009): Penurunan Nilai Aset, kecuali seperti yang disajikan dalam paragraf 21. Entitas menentukan suatu kebijakan akuntansi untuk mengalokasikan aset eksplorasi dan evaluasi ke unit penghasil kas atau kelompok unit penghasil kas untuk tujuan penilaian aset yang mengalami penurunan nilai. Setiap unit penghasil kas atau kelompok unit penghasil kas yang mana aset eksplorasi dan evaluasi telah dialokasikan tidak lebih besar dari segmen operasi yang telah ditentukan sesuai dengan PSAK 3 (revisi 2009) mengenai  segmen operasi.

INDIKASI PENURUNAN NILAI

  • Periode hak eksplorasi kedaluarsa selama periode berjalan atau akan kedaluarsa dalam waktu dekat, dan tidak diharapkan untuk diperbarui;
  • Pengeluaran substantif untuk kepentingan lebih lanjut tidak dianggarkan atau direncanakan;
  • Eksplorasi dan evaluasi sumber daya mineral tidak menunjukan penemuan yang memenuhi skala ekonomis pertambangan sumber daya mineral dan entitas telah memutuskan untuk menghentikan aktivitas eksplorasi dan evaluasi sumber daya mineral dalam wilayah tersebut;
  • Keberadaan data yang cukup mengindikasikan bahwa, meskipun pengembangan pada suatu wilayah tertentu sedang dalam proses pengerjaan, jumlah tercatat aset eksplorasi dan evaluasi tidak dapat terpenuhi seluruhnya.

PENGUNGKAPAN

Entitas mengungkapkan informasi yang mengidentifikasikan dan menjelaskan jumlah yang diakui dalam laporan keuangan yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pada pertambangan sumber daya mineral. Kebijakan akuntansi atas pengeluaran eksplorasi dan evaluasi termasuk pengakuan atas aset eksplorasi dan evaluasi. Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, dan arus kas operasi dan arus kas investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pada pertambangan sumber daya mineral. Pengungkapan dilakukan sesuai dengan klasifikasinya PSAK 16 (revisi 2007): Aset Tetap atau PSAK 19 (revisi 2010): Aset Tak Berwujud secara konsisten.

KETENTUAN TRANSLASI

Jika persyaratan tertentu di paragraf 18 tidak praktis (definisi sesuai PSAK 25 Revisi 2009) diterapkan untuk memberikan informasi komparatif yang terkait dengan laporan keuangan tahunan yang dimulai sebelum 1 Januari 2012, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut. PSAK 33 (Revisi 2011) menggantikan PSAK 33 (1994) : Akuntansi Pertambangan Umum. (sumber: Ikatan Akuntan Indonesia,Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan,2011)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s